NAC (National Academic Curriculum)

 

  • KURIKULUM

NAC (National Academic Curriculum) merupakan kurikulum yang didasarkan atas standar kompetensi lulusan dan standar kompetensi mata pelajaran yang telah ditetapkan oleh BSNP serta mengacu pada 3 orientasi dasar dari sekolah SMA Budi Mulia Dua, yaitu: keseimbangan logika dan intelegensia Sosial, Universalisme Islam dan “Global Citizenship”.

Di samping itu struktur kurikulum di SMA Budi Mulia Dua juga mempertimbangkan tiga kecenderungan masa depan yang akan mewarnai perkembangan dunia pendidikan.

  • Masyarakat Sadar-Teknologi (Technologically-Savvy Citizens)

Masyarakat kini semakin sadar-teknologi dalam beragam bentuknya, mulai dari teknologi “sederhana” yang membantu kita melakukan kegiatan sehari- hari (seperti televisi, telepon genggam, komputer pribadi) sampai dengan teknologi yang dikembangkan melalui proses yang lebih rumit (seperti teknologi informasi dan telekomunikasi). Kini dan masa depan yang akan datang, kita adalah bagian dari “technologically savvy citizens”. Bahkan kita yang tinggal di Yogyakarta adalah bagian dari sebuah rancangan yang disebut oleh Kementrian Komunikasi dan Informasi sebagai “techno park”, yaitu wilayah yang hendak dirancang sebagai salah satu perkembangan teknologi informasi dan komunikasi di Indonesia.

  • Wirausahawan Sosial (Social Entrepreneurs)

Adalah individu atau kelompok individu yang memiliki inisiatif dan mau mengambil resiko (risk takers) untuk mengembangkan gagasan mereka dengan cara memanfaatkan jaringan sosial yang mereka bentuk. Gerakan dari para wirausahawan social semacam itulah yang menghasilkan usaha-usaha besar untuk kesejahteraan ekonomi dan social, seperti yang dilakukan oleh pemenang Nobel Muhammad Yunus dari Bangladesh yang memperkenalkan konsep Grameen Bank, atau yang dilakukan oleh Jimmy Carter (Presiden ke-39 Amerika Serikat) untuk mengusahakan demokrasi dan perdamaian dunia melalui lembaga yang dia dirikan, The Carter Center. Kebutuhan untuk mencetak para “social entrepreneurs” semacam itulah yang melatari pendirian SMA Budi Mulia Dua.

  • “Right brainers will rule the future”

Peran individu yang dapat mengembangkan kemampuan otak kanan mereka akan semakin penting. Di tangan merekalah masa depan perkembangan dunia akan dtentukan. Melalui rekayasa seni dan desain yang memanfaatkan manajemen dan jaringan pemasaran yang rapi, mereka mampu mengolah suatu hasil atau produk teknologi menjadi barang atau komoditi bernilai tinggi. Kemampuan mengembangkan teknik dan kiat semacam itulah yang menjadi cirri khas para ‘right brainers’. Dalam konteks itulah, SMA Budi Mulia Dua mengemban misi untuk tidak saja mendorong siswa untuk mengembangkan kemampuan otak kiri mereka, tetapi lebih dari itu, mengasah mereka dengan berbagai teknik pembelajaran yang ditujukan untuk mengembangkan otak kanan mereka.

  • MATA PELAJARAN
  • Mata Pelajaran Inti (Matematika dan logika, Bahasa Indonesia, dan Bahasa Inggris) diselenggarakan dan wajib diikuti setiap siswa sepanjang 6 (enam) semester;
  • Matematika dan Logika (Logic & Mathematic)

Bermuatan mata pelajaran matematika dan logika yang bertujuan untuk mengembangkan kemampuan berhitung, number sense, dan logika matematika.

  • Bahasa dan Sastra Indonesia

Bertujuan untuk mengembangkan kemampuan siswa dalam berbahasa Indonesia yang baik dan benar, meningkatkan kemampuan menulis ilmiah maupun non ilmiah serta mengenalkan pada sastra Indonesia.

  • Bahasa Inggris (English)

Mata Pelajaran Bahasa Inggris SMA Budi Mulia Dua menggunakan sistem levelling dimana siswa akan dibagi menjadi beberapa kelompok berdasarkan kemampuan Bahasa Inggrisnya.  Hal ini bertujuan untuk meningkatkan dan mengembangkan kemampuan berbahasa Inggris baik aktif maupun pasif tidak hanya pada ranah Bahasa Inggris dalam pendidikan tapi juga bahasa Inggris dalam penelitian dan kehidupan sehari hari.

  • Mata Pelajaran Orientasi (Universalisme Islam dan Civics  Globalization) yang menjadi ciri khas kurikulum SMA Budi Mulia Dua diselenggarakan dan wajib diikuti setiap siswa sepanjang 6 (enam ) semester.;
  • Universalisme Islam

Mata pelajaran ini bertujuan untuk memahamkan kepada peserta didik bahwa setiap diri manusia adalah mukjizat.

Subtansi : kontektualisasi etika dan nilai Islam, otak kiri (sains logika), otak kanan (sukses, tekun, ulet, jujur, toleran, dll); Metode : Analisis Al Quran.

  • Civics & Globalization

Mata pelajaran ini bertujuan memahamkan kepada peserta didik untuk membangun kesadaran sebagai warga Negara dan warga dunia.

Substansi : nilai nilai universal (kebebasan, partisipasi, toleransi, kesetaraan gender, perdamaian, dll).

Metode : Fieldtrip, simulasi, role play, magang.

  • Mata Pelajaran Peminatan  Matematika dan Ilmu Alam (Biologi, Kimia, Fisika) atau Ilmu-ilmu Sosial (Sosiologi, Geografi, Ekonomi) diselenggarakan dan wajib diikuti setiap siswa sepanjang 6 (enam) semester.
  • Mata Pelajaran Lokal (Kebudayaan Jawa)

Mata Pelajaran Kebudayaan Jawa membekali siswa agar mampu  berkomunikasi dengan Bahasa Jawa secara sederhana dan benar, menghargai dan bangga terhadap kebudayaan Jawa sebagai salah satu khasanah kekayaan Budaya Nasional, dan mampu menerapkan dan menggunakan nilai-nilai Budaya Jawa yang sesuai norma-norma agama secara kreatif.  Kegiatan Muatan Lokal Kebudayaan Jawa  dilaksanakan dengan berbagai metode dan alat ajar diantaranya menggunakan seperangkat alat gamelan untuk mempermudah mempraktikan gending-gending, praktik berbicara bahasa jawa, serta pengenalan tokoh wayang untuk meningkatkan pemahaman nilai-nilai tradisi Jawa, serta membatik,

  • Mata Pelajaran Pendukung (Sejarah Indonesia, Sejarah Dunia, dan Bahasa Mandarin) ditujukan untuk membekali siswa dengan pengetahuan kesejarahan Indonesia dan Dunia sebagai fondasi dan penguasaan Bahasa Mandarin sebagai bekal untuk mengikuti perkembangan pesat dari Negeri Tirai Bambu.
  • KELULUSAN

Setelah lulus, Siswa NAC akan mendapatkan Ijazah, SKHUN,  dan Hasil Test Simulasi TOEFL.